Setiap anak adalah unik dengan karakteristiknya masing-masing. Bahkan dua anak kembar pun masih memperlihatkan ciri khas masing-masing. Dalam teori psikologi humanistik, konsep ini dikenal dengan nama Individual differences. Maka, Psikologi humanistik membantah habis semua teori deterministik manusia, bahwa manusia itu dapat diukur dan ditebak.
Bagi humanis, sebutan untuk para pendukung psikologi humanistik, individu memiliki karakter, pola pikir, cara merespon yang berbeda sehingga akan menghasilkan perilaku yang berbeda pula. Humanis juga yakin bahwa dengan demikian, tidak mungkin melakukan suatu peringkatan atau perangkingan tentang kemampuan anak. Karena humanistik beranggapan bahwa anak mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada suatu keseimbangan saya kira, dengan berkaca dari pandangan humanistik ini, bahwa karena kemampuan yang berbeda itu pulalah tidak tepat untuk mengatakan si anak A 'bodoh' atau 'lambat belajar'. Mengapa? karena humanistik berpandangan kemampuan anak itu ada beragam, diantaranya:
kemampuan kognitif, kemampuan psikomotorik, kemampuan berbahasa, kemampuan bersosialisasi, dsb. Karenanya, jika anak selalu mendapat nilai jelek di bidang kimia, ia bisa saja hebat dibidang olahraga.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.
0 comments:
Post a Comment